Thursday, July 16, 2009

JOM PERGI FORUM PERDANA

Thursday, July 9, 2009

Cinta..................


Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (jalaluddin rumi).


Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sihat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.
Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-nya, dan manisnya bercinta dengan allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-nya.

Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencintai rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam fikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/lelaki yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-nya.

Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap illahi, sang suami pun tak punya kekuatan dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah ke rumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-nya pada-nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada allah, disaat allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-nya.

Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, bersungguh-sungguh mencintai allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.

Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.

Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.
Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..
Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.

Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri peribadi belum bisa menjadi contoh teladan

Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta allah kepada hambanya yang beriman…
Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.

Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan iaitu:

1) iman yang kuat
2) ikhlas dalam beramal
3) mempersiapkan kebaikan internal dan eksternal. Kebaikan internal iaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, puasa sunnah, bacaan al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian insyaallah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-nya.

Ya Allah aku lah hamba mu yang penuh calitan dosa,penuh debu-debu noda,namun kau telah pertemukan aku saat aku sesat dalam cahaya.walau pada-Mu telah ku berpaling,tetepi kau tak pernah lupa memaut tanganku dari terus tenggelam dalam keasyikan dunia fantasi.Maafkan hamba-Mu yang hina ini.Sesungguhnya bukan mainan sandiwara,lakonan drama dalam pemantasan untuk meragut hati sesiapa.Tetapi terjatuh dalam jurang fantasi dalam meniti jalanan reality,perjalanan yang tersesat dalam cahaya.Ampunkan hamba yang hina ini.maafkan diri yang bersalah ini.

Tuesday, July 7, 2009

Ya Allah..Dengarlah Rintihan Hamba Yang Berdosa ini


Sesekali terdetik hati ini bertanya kepada diri sendiri, apakah amalan selama ini sudah cukup untuk menjadi bekalan di akhirat sana? Sekalipun cukup, apakah timbangan amal kebajikan itu dapat mengatasi amalan kejahatan? Bagaimana hendak disembahkan amalan-amalan ini kepada Dia…. Apakah Dia sudi menerimanya…?

Astaghfirullahal ‘aziim…, kecilnya diri insan bila menyedari bahawa kita hanya seorang hamba. Sekalipun di angkat darjat sebagai manusia yang menjadi khalifah di muka bumi ini dan dikurniakan akal fikiran, hakikatnya kita tetap kerdil di sisiNya jika kita tidak beriman. Apalah gunanya pangkat dan nama, jika kita sering menzalimi diri sendiri? Bagaimana ingin dipulangkan kembali segala apa yang dipinjamkanNya di dunia ini dalam keadaan sempurna? Malunya untuk berhadapan denganNya dengan keadaan yang penuh dengan dosa ini…..

Tangan ini dikurniakan untuk beramal bakti, tolong-menolong untuk kebajikan, memohon doa kepadaNya, kaki ini diberikan untuk melangkah ke tempat-tempat mulia yang dapat menuju ke SyurgaNya, mata pula dikurniakan untuk melihat dan menghayati segala ciptaanNya dan kemudian menginsafi akan kelemahan diri sendiri. Bibir ini dicipta untuk menyebut asma-asmaNya.Tetapi apakah semua ini digunakan tepat pada jalanNya? Jika benar, mengapa terlalu sukar untuk kita mengalirkan air mata bila melihat kebesaranNya? Mengapa pula sukar untuk tinggalkan kemaksiatan? Apakah kerana terlalu sedikit keikhlasan yang diberikan…atau mungkinkah kita terlalu ego? Mengapa kita membiarkan diri kita terus berada dalam dosa sedangkan kita tahu bahawa segala yang dijanjikanNya adalah benar yakni nikmat dan azabNya itu adalah benar?

Kita tahu akan dosa dan pahala, tetapi sering tidak mengendahkannya. Kita sedar akan adanya kematian, tetapi sering melupakannya. Kita juga sedar dunia ini hanya sementara tetapi hidup seolah-olah untuk selamanya. Bila mendapat kejayaan dan nikmat, jarang sekali mgucapkan syukur kepadaNya seolah-olah kita perolehnya dengan usaha kita sendiri semata-mata. Kita mengaku adanya Tuhan, tetapi sedikit sekali yang beriman.

Bukankah kita terlalu angkuh kepadaNya…..mengapa kita jadi sebegini jahil sedangkan kita ini lemah… tiada kuasa dan daya melainkan dengan pertolonganNya. Sedarlah insan, tiada apa yang membahagiakan di dunia ini melainkan hanya penderitaan semata-mata jika kita tidak beriman kepadaNya. Dekatkanlah diri kita denganNya…..rendahkanlah diri dihadapanNya dalam beribadah, basahilah pipi ini dengan air mata taubat yang sebenar-benar taubat, sinarkanlah wajah ini dengan siraman air wudhuk, bersihkan dan sucikan hati yang selama ini dikotori dosa-dosa dengan wangian keikhlasan dalam segala amal kebaikan dan…pagarilah diri ini dengan benteng keimanan yang utuh dan kukuh dengan keyakinan yang kuat bahawa Allah sentiasa bersama kita biarpun dalam suka mahupun duka.

Bagiku, dunia ini ibarat sebuah neraka kerana di dalamnya dipenuhi banyak orang yang melakukan maksiat, terlalu banyak kerosakan yang berpunca dari manusia sendiri, terlalu banyak fatamorgana yang melalaikan manusia. Tidakkah kita semua menyedarinya? Dan…berada disamping orang-orang yang beriman dan beramal soleh, baik para alim ulama atau insan yang baru hendak mendekatkan diri kepadaNya, asalkan dihatinya ada keinsafan untuk mencari jalan yang dapat menuju ke syurgaNya, hanya itulah yang dapat membahagiakan dan mententeramkan jiwaku. Mudah-mudahan aku juga dapat menjadi seperti mereka dan dapat menjadi seorang ‘Abid di sisiNya suatu masa nanti, InsyaAllah.

“Ya Allah Ya Tuhan kami, Engkaulah petunjuk kami, maka tunjukilah kami ke jalan yang Engkau redhai dan rahmati, bimbinglah kami dalam meniti perjalanan yang penuh dengan onak dan duri ini, janganlah Engkau membiarkan kami tersungkur tanpa pertolonganMu, jangan Engkau biarkan kami sesat dan terus hilang dari petunjukMu, sesungguhnya kami insan yang lemah lagi hina, tiada tempat untuk kami mengadu melainkan kepadaMu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, tunjukkanlah kami pilihan yang tepat dalam setiap tindakan dan keputusan kami dalam menegakkan agamaMu di muka bumi ini, sesungguhnya kami sedar akan kelemahan kami. Maka tetapkanlah hati kami, hati orang-orang yang beriman supaya tidak berpaling dari agamaMu dan tidak pula membiarkan orang-orang munafiq dan orang-orang yang kufur mempermainkan agamaMu.

Ya Allah Ya Razzaq, setiap nafas kami, hanya milikMu…kerna kami tahu bila-bila masa sahaja jika Engkau berkehendakkan kami kembali kepadaMu, pasti tiada apa yang dapat menghalangMu, Cuma kami memohon…..terimalah kami kembali kepadaMu dalam keadaan yang suci dan bersih dari dosa-dosa yang pernah kami lakukan di dunia ini, sesungguhnya kami sangat malu untuk bertemuMu dalam keadaan yang kotor, kami juga malu atas dosa-dosa yang pernah kami lakukan. Kami memohon perlindunganMu Ya Allah, lindungilah kami dengan perisai keimanan di hati dan seluruh anggota tubuh badan kami. Jangan Kau relakan kaki kami melangkah ke tempat-tempat maksiat, jangan kau biarkan kedua tangan kami saling membantu ke arah maksiat dan kejahatan dan jangan pula Engkau dekatkan kemaksiatan itu mengahmpiri kami, sebaliknya pimpinlah kami ke tempat-tempat yang dapat mendekatkan kami kepadaMu sama ada secara berjemaah atau hanya berduaan denganMu. Sesungguhnya kami serik akan duniaMu ini, kami serik untuk berjauhan denganMu kerana kami sedar tiada ertinya hidup ini tanpa Engkau di sisi kami.

Ya Allah, dengarlah rintihan kami ini, kami merayu padamu Ya Allah, makbulkan doa kami…..kami ingin mencintai maka kurniakanlah kami perasaan cinta kepadaMu, kami juga ingin dicintai maka cintailah kami sepertimana Engkau mencintai kekasihMu yang juga Nabi utusanMu kepada kami yakni Rasulullah saw, kurniakanlah kami kemanisan iman itu, yakni nikmat dalam beribadah kepadaMu…..sesungguhnya kami pasrah akan ketentuanMu kerana kami tahu bahawa Engkau Maha Arif akan apa yang terbaik untuk hamba-hambaMu, kami pusatkan segala amal kami semata-mata keranaMu, terimalah segala amal kami dan kurniakanlah kami darjat yang tinggi di sisimu, layakkan kami memiliki singgahsana syurgaMu….Amiin”

*****************************************************

“Ya Allah Ya Muhaimin, jadikanlah aku seorang insan yang bergelar ‘Abid di sisiMu, yang ikhlas ibadatnya kepadaMu, sesungguhnya aku sedar betapa manisnya beribadat kepadamu itu dan aku tidak ingin sekali untuk hilang dari merasai betapa lazatnya berdua-duaan bersamaMu di dunia ini apalagi di akhiratMu yakni di syurgaMu…..jangan Kau relakan aku terus mengkhinati segala kurniaan dan nikmatMu di dunia ini, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah dosa-dosaku, terimalah taubatku….Amiin Ya Rabbal ‘Alamin”

blogger templates 3 columns | Make Money Online